Petisi Copot P!nk dari Duta UNICEF Tembus 195 Ribu Tanda Tangan, Javier Bardem Ikut Bersuara
By SingArena Editorial · · Artist Update

Pierroleblog / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Petisi yang menuntut pencopotan P!nk sebagai duta UNICEF telah mengumpulkan lebih dari 195 ribu tanda tangan, dengan aktor Javier Bardem turut membagikannya. Kontroversi ini bermula dari respons P!nk terhadap pernyataan pro-Palestina Macklemore.
Kontroversi yang Menyeret Nama Besar
Polemik seputar pernyataan Macklemore tentang Palestina terus bergulir dan kini menyeret nama penyanyi pop internasional P!nk. Petisi yang menuntut agar pelantun Just Give Me a Reason itu dicopot dari posisinya sebagai duta UNICEF telah menembus lebih dari 195 ribu tanda tangan. Aktor Javier Bardem, yang dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina, turut membagikan petisi tersebut melalui akun Instagram miliknya sejak Senin (21/9/2026).
Petisi yang diluncurkan pada 11 September oleh kelompok bernama Swifties Against Genocide itu menilai komentar P!nk tidak sesuai dengan peran seorang Duta UNICEF. Pihak pembuat petisi meminta organisasi tersebut mengambil tindakan tegas dengan mencopot sang penyanyi dari posisinya.
Respons P!nk yang Memicu Reaksi
Kontroversi ini bermula ketika Macklemore menyampaikan pernyataan terkait Palestina dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September. Saat itu, ia menyerukan agar semua manusia diperlakukan dengan bermartabat, hormat, dan setara. Rapper tersebut juga meminta masyarakat di Gaza dan Tepi Barat mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan, kemudian meneriakkan "Free Palestine" sebelum membawakan lagu Hind's Hall, sementara cuplikan dari Gaza ditampilkan di layar panggung.
Pernyataan Macklemore itu kemudian dikritik oleh P!nk. Ia membagikan unggahan dari grup StopAntisemitism yang menyebut penampilan sang rapper sebagai propaganda anti-Israel, sekaligus membantah pernyataannya mengenai tindakan Israel di Gaza yang disebut sebagai genosida.
Menghadapi reaksi keras, P!nk lantas memberikan penjelasan panjang melalui media sosial. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak sepakat dengan seluruh bahasa yang digunakan dalam unggahan yang sebelumnya ia bagikan. "Unggahan ulang bukanlah sebuah pernyataan, dan meme bukanlah sebuah pendirian," tulisnya. "Media sosial membuat kita semua murahan dan cepat, dan kita semua mengetahuinya," sambungnya.
P!nk juga menegaskan bahwa keberatannya bukan ditujukan pada seruan Macklemore "Bebaskan Palestina" ataupun hak sang rapper untuk menyampaikannya. Ia menyebut tidak pernah meminta agar Macklemore kehilangan tempat dalam tur Ed Sheeran. "Saya tidak pernah meminta artis lain untuk dibungkam dan saya tidak meminta itu sekarang," katanya. "Saya tidak perlu ada yang dipecat, dan saya tidak perlu pengembalian uang," lanjutnya.
Javier Bardem dan Konsistensi Sikapnya
Di sisi lain, Javier Bardem memang telah lama menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina. Pada tahun sebelumnya, ia termasuk di antara ribuan pekerja film yang menandatangani janji Film Workers For Palestine untuk tidak bekerja sama dengan lembaga film Israel yang menurut kelompok tersebut terlibat dalam perang di Gaza. Bardem kemudian menjelaskan aksi boikot tersebut ditujukan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan dan lembaga, bukan individu Israel.
"Kami tidak melakukan diskriminasi terhadap siapa pun berdasarkan kewarganegaraan, ras, agama, atau jenis kelamin mereka," ucapnya. Dalam ajang Oscar 2026, Bardem juga menyampaikan pesan yang sama ketika mempersembahkan penghargaan Film Internasional Terbaik. Ia berpendapat pekerja industri film perlu menggunakan platform mereka sebagai warga negara untuk mengecam ketidakadilan.
Duta UNICEF Sejak 2015
P!nk menjadi duta UNICEF sejak 2015, dengan fokus pada peningkatan kesadaran terhadap program kesehatan dan nutrisi global organisasi tersebut untuk anak-anak. Peran ini menempatkan dirinya sebagai figur publik yang tidak hanya dikenal karena karya musiknya, tetapi juga karena komitmennya terhadap isu kemanusiaan.
Namun, kontroversi terkini mempertanyakan konsistensi antara peran tersebut dengan pernyataan yang dianggap kontraproduktif terhadap isu kemanusiaan. Petisi yang dikumpulkan oleh Swifties Against Genocide menyoroti bahwa komentar P!nk dianggap tidak selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung UNICEF. Hingga kini, UNICEF belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut.
Perjalanan Karier P!nk yang Tak Pernah Lepas dari Kontroversi
Sejak memulai karier solonya pada tahun 2000 dengan album Can't Take Me Home, P!nk memang dikenal sebagai artis yang tidak takut menyuarakan pendapat. Singel debutnya, There You Go, langsung meraih kesuksesan dan meraih sertifikasi emas. Album keduanya, Missundaztood (2001), melahirkan hits seperti Get the Party Started, Don't Let Me Get Me, dan Just Like a Pill, yang mengukuhkannya sebagai salah satu penyanyi pop paling berpengaruh pada era 2000-an.
Pada tahun 2001, P!nk bersama Christina Aguilera, Mýa, dan Lil' Kim membawakan lagu tema film Moulin Rouge! berjudul Lady Marmalade. Kolaborasi ini tidak hanya meraih MTV Video Music Awards untuk kategori Video of the Year, tetapi juga Grammy Award untuk Best Pop Collaboration with Vocals. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam kariernya.
Album ketiganya, Try This, dirilis pada 11 November 2003, dengan salah satu lagunya, Feel Good Time, yang juga menjadi lagu tema film Charlie's Angels: Full Throttle. Pada tahun 2005, P!nk merilis I'm Not Dead dengan singel utama Stupid Girl, yang memenangkan MTV Video Music Awards untuk kategori Best Pop Video. Dalam video tersebut, ia memparodikan artis-artis lain seperti Lindsay Lohan, Jessica Simpson, Mary-Kate Olsen, dan Paris Hilton. Kesuksesan album ini juga didukung oleh I'm Not Dead Tour.
Pada tahun 2008, P!nk merilis album Funhouse dengan singel utama So What, diikuti oleh Sober, Please Don't Leave Me, dan Glitter in the Air. Di minggu pertama Oktober 2010, ia merilis singel Raise Your Glass, yang kemudian diikuti oleh album kompilasi pertamanya, Greatest Hits... So Far!!!. Pada Februari 2012, P!nk mengonfirmasi melalui akun Twitter-nya bahwa ia akan merilis album berikutnya, dan pada Juli 2012, ia merilis The Truth About Love dengan singel utama Blow Me (One Last Kiss), Try, dan Just Give Me a Reason yang dinyanyikan berduet dengan Nate Ruess.
Dampak bagi Citra dan Karier P!nk
Kontroversi ini menjadi ujian bagi P!nk dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sebagai duta organisasi kemanusiaan. Di satu sisi, ia memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya, tetapi di sisi lain, perannya sebagai Duta UNICEF menuntut netralitas dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.
Hingga kini, P!nk belum memberikan pernyataan tambahan terkait petisi tersebut. Namun, klarifikasinya di media sosial menunjukkan bahwa ia berusaha meredakan ketegangan dan menegaskan bahwa ia tidak bermaksud membungkam artis lain. Publik akan terus mencermati langkah selanjutnya dari penyanyi yang telah menjual jutaan album di seluruh dunia ini.
Tags: P!nk, UNICEF, Javier Bardem, Macklemore, Palestina, Kontroversi, ID MUSIC