SingArena —

Mayangsari Kembali Bernyanyi dan Rilis Singel 'Selama Kita Bersama', Santai Tanggapi Haters: 'Bodo Amat'

By SingArena Editorial · · New Release

Mayangsari Kembali Bernyanyi dan Rilis Singel 'Selama Kita Bersama', Santai Tanggapi Haters: 'Bodo Amat'
dispatchsns / Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Penyanyi senior Mayangsari kembali ke dunia musik dengan singel baru berjudul 'Selama Kita Bersama'. Dalam showcase di Gandaria, Jakarta Selatan, ia dengan santai menanggapi komentar haters dan menyebut mereka sebagai bagian dari kehidupan publik.

Penyanyi senior Mayangsari kembali mencuri perhatian publik. Setelah sekian lama jarang terdengar di panggung musik, ia memutuskan untuk kembali bernyanyi dan merilis singel terbaru berjudul Selama Kita Bersama. Peluncuran singel ini dibarengi dengan sebuah acara showcase bertajuk Mayangsari Bernyanyi yang digelar di Gandaria, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/10/2026).

Kembali ke Dunia Musik

Keputusan Mayangsari untuk kembali bernyanyi disambut hangat oleh para penggemarnya. Penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu seperti Tiada Lagi dan Harus Malam Ini ini memang sempat vakum dari industri musik tanah air. Namun, kecintaannya pada musik tampaknya tidak pernah pudar. Dalam acara showcase tersebut, Mayangsari membawakan singel terbarunya secara langsung, menandai langkah barunya di dunia musik Indonesia.

Singel Selama Kita Bersama menjadi penanda bahwa Mayangsari masih memiliki tempat di hati penikmat musik tanah air. Meski sudah lama tidak merilis karya baru, antusiasme penggemar terhadap lagu ini cukup besar. Hal ini terlihat dari kehadiran媒体 dan penggemar yang memadati acara showcase tersebut.

Tanggapan Santai soal Haters

Dalam sesi wawancara usai acara, Mayangsari juga menanggapi pertanyaan soal komentar negatif atau haters di media sosial. Dengan gaya khasnya yang santai, ia mengaku tidak ambil pusing dengan cibiran yang ditujukan kepadanya.

"Kalau untuk saya, haters itu adalah sebagian dari iman," kelakar Mayangsari.

Menurutnya, kehadiran haters adalah hal yang lumrah bagi seorang figur publik di era digital. Bahkan, ia merasa ada yang janggal jika seorang artis sama sekali tidak memiliki pengkritik.

"Kalau seumpamanya di zaman sekarang ini gak ada haters, berarti something wrong. Jadi untuk saya, kita tinggal mau jadi apa? Bagian dari haters itu sendiri, atau orang yang dijadikan bapernya haters. Kalau untuk saya, bodo amat," tegasnya.

Alih-alih merasa sakit hati, Mayangsari justru melihat perilaku para haters dari sudut pandang humoris. Ia menduga, melontarkan komentar nyinyir melalui gawai saat bersantai mungkin menjadi salah satu cara warganet mencari hiburan dan kebahagiaan.

"Karena haters itu mereka sedang melakukan kebahagiaannya. Kan rebahan jadi haters, itu mereka sudah bekerja, sudah olahraga, bahagia. Jadi biarin aja," tutur Mayangsari seraya tertawa.

Fokus pada Karya dan Keluarga

Ibu dari Khirani Siti Hartina Trihatmodjo ini juga menegaskan bahwa komentar negatif di media sosial tidak berdampak pada kehidupan pribadi maupun kesejahteraan keluarganya. Dengan nada ringan, ia menyatakan bahwa meladeni haters sama sekali tidak akan mengurangi apa pun dalam hidupnya.

"Buat saya, kalaupun saya meladeni mereka, gak berkurang sedikit pun satu butir beras di rumah saya," tukas Mayangsari.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Mayangsari lebih memilih fokus pada karya dan keluarganya ketimbang mengurus komentar negatif. Sikapnya ini pun mendapat apresiasi dari para penggemar yang menilai dirinya sebagai pribadi yang matang dan bijaksana.

Perjalanan Karier Mayangsari

Mayangsari, yang memiliki nama lengkap Agustina Mayangsari, lahir pada 23 Agustus 1971. Ia adalah penyanyi-penulis lagu dan aktris yang dikenal luas di industri hiburan Indonesia. Darah seni mengalir dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Ki Dalang Sugito Purbocarito, adalah seorang dalang, sedangkan ibunya, Larasatun, yang memiliki nama panggilan Nyi Woro Cengkir Gading, adalah seorang pesinden. Tak heran jika Mayangsari juga memiliki kemampuan menyanyi lagu-lagu Jawa atau nyinden.

Karier musiknya dimulai pada awal tahun 1989 dengan album perdana bertajuk Gairah. Sayangnya, album tersebut kurang sukses di pasaran. Namun, setahun kemudian, Mayangsari kembali merilis album Selamat Malam Cinta yang cukup meledak. Sejak itu, namanya semakin dikenal. Ia kemudian merilis sejumlah album populer seperti Pinta (1992), Agenda (1993), Biarkan Saja (1994), Rasa Cintaku (1995), Beri Kesempatan (1996), Harus Malam Ini (1997), Tiada Lagi (1998), dan Kusalah Menilai (1999).

Di tengah gosip kehidupan pribadinya yang terus menerpa, Mayangsari tetap berkarya. Pada tahun 2005, ia merilis album ke-13 berjudul Repackage, yang berisi 12 tembang terdiri dari 10 lagu lawas dan dua lagu baru. Dua lagu baru tersebut adalah Kembali Mencintaimu ciptaan Bebi Romeo dan Mengertilah karya Irwan Simanjuntak. Dalam album ini, Mayangsari bertindak sebagai produser untuk karyanya sendiri.

Selain itu, pada tahun 2000, Mayangsari juga merilis album Ijinkan yang seluruh lagunya (9 lagu) diaransemen oleh Dewa Budjana dari band GIGI.

Fenomena Haters di Era Digital

Sikap Mayangsari dalam menghadapi haters mencerminkan bagaimana seorang figur publik harus bertahan di era digital. Media sosial telah menjadi ruang bagi siapa saja untuk berkomentar, termasuk melontarkan kritik pedas. Bagi sebagian artis, komentar negatif bisa menjadi beban psikologis. Namun, Mayangsari memilih untuk tidak terpengaruh.

Pendekatannya ini sejalan dengan pandangan bahwa menjadi publik figur berarti harus siap menerima segala reaksi dari masyarakat, baik positif maupun negatif. Dengan tetap berkarya dan tidak meladeni komentar negatif, Mayangsari menunjukkan bahwa fokus pada pekerjaan adalah kunci untuk tetap relevan.

Harapan untuk Karya Baru

Peluncuran singel Selama Kita Bersama menjadi awal yang baik bagi Mayangsari untuk kembali aktif di industri musik. Para penggemar tentu berharap akan ada lebih banyak karya dan penampilan panggung dari penyanyi yang telah malang melintang sejak era 1990-an ini.

Dengan semangat baru dan sikap yang santai, Mayangsari membuktikan bahwa usia dan gosip bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Singel ini juga menjadi bukti bahwa Mayangsari masih memiliki kemampuan vokal yang mumpuni dan daya tarik yang kuat di hati penggemarnya.

Bagi Mayangsari, musik adalah bagian dari hidupnya. Dan dengan Selama Kita Bersama, ia seakan mengajak pendengarnya untuk terus bersama, melangkah maju tanpa terhenti oleh komentar negatif.

Tags: Mayangsari, Selama Kita Bersama, Musik Indonesia, Haters, Singel Baru, ID MUSIC