SingArena —

Kisah Panggung Terakhir Doddy Katamsi, Vokalis Elpamas yang Berpulang di Usia 59 Tahun

By SingArena Editorial · · Artist Update

Kisah Panggung Terakhir Doddy Katamsi, Vokalis Elpamas yang Berpulang di Usia 59 Tahun
Museum of Information of the Republic of Indonesia under Ministry of Communication and Information of Republic of Indonesia. / Wikimedia Commons (Public domain)

Doddy Katamsi, vokalis band rock Elpamas dan pelatih vokal kenamaan, menghembuskan napas terakhir setelah 45 hari dirawat intensif. Tiga hari sebelum masuk rumah sakit, ia masih tampil energik di kafe milik Once Mekel.

Panggung Terakhir yang Penuh Energi

Dunia musik rock Indonesia kembali berduka. Doddy Katamsi, vokalis band rock Elpamas sekaligus pelatih vokal yang dihormati, menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok. Musisi kelahiran 10 Juni 1967 itu berpulang di usia 59 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama 45 hari akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal.

Namun, di balik kabar duka tersebut, tersimpan sebuah kisah mengharukan tentang aksi panggung terakhirnya. Beberapa hari sebelum dilarikan ke rumah sakit, Doddy masih sempat menghibur penonton di kafe milik Once Mekel di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Penampilan itu ternyata menjadi penutup perjalanan kariernya di atas panggung.

Reuni dengan Band Lama dan Latihan Singkat

Menurut keterangan keluarga, penampilan di kafe Once tersebut berlangsung pada Jumat malam, hanya tiga hari sebelum Doddy masuk rumah sakit pada Selasa, 1 September 2026. Dalam momen itu, Doddy bereuni dengan band lamanya—sebuah pertemuan yang jarang terjadi dan terasa istimewa bagi para penggemar.

Meski kondisi kesehatannya sudah menurun dan aktivitasnya dibatasi ketat, Doddy tetap tampil dengan energi yang luar biasa. Aning Katamsi, kakak mendiang, mengenang bahwa latihan yang dijalani sangat singkat, hanya dua sampai tiga kali. "Itu fit banget sih nyanyinya," ujarnya saat ditemui di TPU Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Chika, putri Doddy, menambahkan bahwa ayahnya sangat antusias menyambut reuni tersebut. "Karena itu band lamanya reuni gitu. Jadi memohon untuk nyanyi," kenang Chika. Keluarga pun tidak sampai hati melarang Doddy untuk tampil, meskipun kondisi jantungnya sudah lemah. Bagi mereka, panggung musik adalah sumber kebahagiaan terbesar bagi sang pelatih vokal.

Perjalanan Karier di Dunia Musik Rock

Nama Doddy Katamsi sudah tidak asing lagi di blantika musik rock Tanah Air. Sebagai vokalis Elpamas, ia turut mewarnai dinamika musik rock Indonesia pada masanya. Elpamas dikenal sebagai salah satu band rock yang memiliki penggemar setia, dan sosok Doddy dengan karakter vokalnya yang khas berhasil meninggalkan jejak tersendiri.

Selain aktif di panggung, Doddy juga dikenal sebagai pelatih vokal yang berdedikasi. Banyak musisi muda yang dibimbingnya, dan reputasinya sebagai guru vokal yang hangat serta telaten diakui oleh rekan-rekan sejawatnya. Kombinasi antara karier sebagai penyanyi rock dan pelatih vokal inilah yang membuat namanya dihormati di berbagai kalangan.

Doddy berasal dari keluarga seni yang kuat. Ayahnya, Amoroso Katamsi, adalah aktor senior Indonesia yang dikenal luas, sementara ibunya, Pranawengrum Katamsi, adalah penyanyi seriosa. Kakaknya, Aning Katamsi, juga menekuni dunia seriosa. Darah seni yang mengalir dalam keluarga Katamsi tampaknya menjadi fondasi kuat bagi perjalanan artistik Doddy di dunia musik rock.

Prosesi Pemakaman yang Khidmat

Jenazah Doddy Katamsi dimakamkan di TPU Komplek Hankam Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhir, jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat. Iring-iringan mobil jenazah kemudian membawa mendiang menuju masjid di sekitar area pemakaman untuk disalatkan secara berjemaah selepas salat Jumat.

Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana khidmat dan sarat rasa duka. Area pemakaman tampak dipadati oleh rombongan keluarga besar, kerabat, hingga rekan-rekan musisi yang datang memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis pecah saat keranda tiba di liang lahat. Chika, putri mendiang, terlihat tak henti-hentinya meneteskan air mata melepas kepergian sang ayah tercinta. Tatapannya tertuju lekat ke liang lahat seraya dipeluk erat oleh kerabat yang berusaha menguatkan dirinya.

Suasana kian mengharu biru saat prosesi tabur bunga berlangsung. Satu per satu anggota keluarga dan sahabat melangkah mendekati pusara untuk menaburkan bunga dan memanjatkan doa terakhir. Banyak pelayat yang tak kuasa menahan air mata melihat peristirahatan terakhir sang guru vokal yang dikenal hangat dan berdedikasi tinggi itu.

Warisan bagi Musik Indonesia

Kepergian Doddy Katamsi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan para penggemar. Meski demikian, jejak kariernya—baik sebagai vokalis Elpamas maupun sebagai pelatih vokal—akan terus dikenang. Momen panggung terakhirnya di kafe Once Mekel menjadi simbol bahwa musik adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya, bahkan hingga detik-detik terakhir sebelum ia harus berjuang melawan penyakit.

Bagi industri musik Indonesia, sosok seperti Doddy adalah pengingat akan pentingnya dedikasi dan kecintaan pada seni. Dedikasinya sebagai pelatih vokal telah melahirkan banyak penyanyi muda yang kini berkarya. Sementara itu, semangatnya di atas panggung—bahkan dalam kondisi lemah—menjadi inspirasi bagi siapa pun yang mencintai musik.

Tags: Doddy Katamsi, Elpamas, musik rock Indonesia, Once Mekel, ID MUSIC