SingArena —

Imaniar dan Prinsip yang Tak Terbantarkan: Hijab, Panggung, dan Karier R&B yang Konsisten

By SingArena Editorial · · Artist Update

Imaniar membagikan kisah perjalanan hijrahnya, termasuk momen ditolak panitia acara karena bersikeras tampil berhijab. Prinsip itu justru menegaskan identitasnya sebagai musisi yang dinilai dari karya, bukan penampilan.

Ketika Pilihan Hidup Berbenturan dengan Ekspektasi Panggung

Nama Imaniar sudah lama lekat dengan warna musik R&B dan penampilan panggung yang atraktif. Sejak era 1980-an, ia dikenal sebagai penyanyi yang lihai membawakan lagu-lagu bernuansa funky, rap, hingga dance. Namun di balik energi yang selalu ia bawa ke atas panggung, ada perjalanan personal yang tak selalu mulus: keputusan untuk berhijrah dan mengenakan hijab.

Dalam sebuah kesempatan di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026), Imaniar mengungkap bahwa keinginan berhijab sebenarnya sudah ia rasakan sejak kecil. Sayangnya, saat itu sang ayah, musisi Said Kelana, belum mengizinkan. Alasannya cukup masuk akal untuk konteks karier bermusik saat itu: Imaniar masih aktif tampil bersama grup keluarga The Big Kids dan kerap berduet dengan kakaknya, Lydia Nursaid, sehingga penampilan mereka perlu terlihat selaras di atas panggung.

Dari The Big Kids ke Identitas Solo

Bagi yang mengikuti perjalanan musik Indonesia, The Big Kids bukan nama sembarangan. Grup keluarga ini dibentuk oleh Said Kelana dan sempat disebut-sebut sebagai versi Indonesia dari The Jackson 5 atau The Osmond Family. Imaniar sendiri telah dilatih bernyanyi serta bermain saksofon dan trumpet sejak usia empat tahun—sebuah pendidikan musik yang keras dan disiplin dari sang ayah, yang merupakan pensiunan tentara Kodam Jaya.

Setelah The Big Kids bubar pada 1985, Imaniar dan Lydia bertahan dan mengembangkan karier. Pada 1986, keduanya dibujuk oleh seorang produser untuk berduet lepas dari band keluarga, dengan kemasan pop yang lebih mudah dicerna namun tetap eksklusif. Vokal Lydia yang cenderung ngejazz berpadu dengan nuansa R&B funky milik Imaniar. Sayangnya, duet itu hanya menghasilkan dua album.

Imaniar kemudian bersolo karier dan merilis sejumlah album, di antaranya Hasratku dan Kacau, yang menurut catatan sejarah musiknya terjual hampir satu juta kaset. Gaya atraktifnya dalam membawakan lagu-lagu R&B di akhir 1980-an membuat publik menjulukinya "Janet Jackson Indonesia"—julukan yang, menariknya, tidak terlalu ia sukai karena ia lebih ingin dikenal dari kualitas karyanya.

2012: Titik Balik yang Sempat Tertunda

Keinginan berhijab kembali tertunda setelah Imaniar menikah. Saat itu, sang suami memintanya mempertahankan penampilan khasnya, termasuk rambut keriting yang sudah menjadi ciri visualnya. Baru pada 2012, Imaniar mantap berhijrah dan mulai mengenakan hijab.

Keputusan itu ternyata membawa konsekuensi yang tak ia duga. Imaniar mengisahkan pengalaman ketika hendak tampil dalam sebuah acara perusahaan yang dihadiri tamu dari Jepang, Korea, dan China. Saat pertama kali bertemu panitia, ia belum mengenakan hijab. Namun ketika hari pertunjukan tiba, ia datang dengan penampilan berbeda: berjilbab dan mengenakan gamis.

Perubahan itu membuat panitia terkejut. Imaniar diminta melepas jilbab jika ingin tetap tampil. "Mereka bilang, 'Imaniar, nanti buka jilbab?' Saya jawab, 'Gak, saya lagi gini. Sekarang saya memutuskan.' Dia bilang kalau begitu batal," kenangnya.

Imaniar tak goyah. Ia bahkan sempat diminta mengembalikan uang muka atau down payment (DP). Namun, ia menyadari pembatalan itu juga akan berdampak kepada grup band yang sudah terlibat dalam acara tersebut. Pada akhirnya, Imaniar tetap naik panggung dengan hijab—dan penampilannya yang tetap enerjik justru mendapat sambutan positif dari penonton.

Hijab Bukan Penghalang Kreativitas

Dari pengalaman itu, Imaniar ingin membuktikan bahwa hijab bukan penghalang bagi seorang perempuan untuk terus berkarya. Menurutnya, keputusan berhijrah tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kreativitas maupun identitas dalam bermusik.

"Jadi ternyata jilbab tidak mengubah apa pun dalam seseorang. Dia hanya mengubah dirinya sendiri untuk berhijrah. Di atas panggung mau berkarya, mau bagus, nggak harus menunjukkan aurat secara fisik," tuturnya.

Ia juga menegaskan ingin dikenal karena kemampuan dan kualitas karya, bukan penampilan fisik semata. "Saya nggak mau orang melihat saya karena fisik, karena badan. Pertamanya adalah kecerdasan dalam berkarya," tegasnya.

Konsistensi di Jalur R&B dan Peran sebagai Pelatih Vokal

Terlepas dari dinamika penampilannya, Imaniar tetap konsisten di jalur R&B—sebuah pilihan yang tidak selalu populer di industri musik Indonesia yang kala itu didominasi warna pop dan dangdut. Di usia yang tidak lagi muda, ia masih dikenal memiliki penampilan enerjik dan vokal yang prima. Selain aktif sebagai penyanyi dan penulis lagu, ia juga berperan sebagai pelatih vokal, berbagi pengalaman dan teknik bernyanyi kepada generasi yang lebih muda.

Dalam konteks industri musik Indonesia, kisah Imaniar menjadi semacam cermin tentang bagaimana identitas personal seorang musisi—terutama perempuan—sering kali diuji oleh ekspektasi pasar. Keputusannya untuk bertahan dengan prinsipnya, bahkan ketika harus berhadapan dengan ancaman pembatalan dan permintaan pengembalian DP, menunjukkan bahwa karier musik tidak harus selalu tunduk pada kemasan visual yang seragam.

Yang Bisa Dipelajari dari Perjalanan Imaniar

Kisah Imaniar bukan sekadar cerita tentang hijab. Ia adalah potret musisi yang telah melewati berbagai fase industri: dari grup keluarga yang disiplin, duet bersama kakak, solo karier dengan penjualan kaset mendekati satu juta kopi, hingga era ketika ia memilih jalannya sendiri. Pengalaman ditolak panitia acara justru menjadi penegasan bahwa panggung tidak selalu soal penampilan, melainkan soal kemampuan menyanyi dan menghibur.

Bagi penggemar musik Indonesia, perjalanan Imaniar mengingatkan bahwa di balik julukan dan label, ada seorang seniman yang ingin dinilai dari kecerdasan berkaryanya. Dan itu, pada akhirnya, adalah prinsip yang jauh lebih tahan lama daripada tren penampilan apa pun.

Tags: Imaniar, R&B Indonesia, Hijab, Musisi Senior, The Big Kids, ID MUSIC