SingArena —

Christine Panjaitan Kurangi Aktivitas Hiburan, Fokus pada Keluarga dan Cucu

By SingArena Editorial · · Artist Update

Penyanyi senior Christine Panjaitan memilih lebih selektif menerima tawaran manggung dan kini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga serta enam cucunya.

Christine Panjaitan Mulai Kurangi Aktivitas di Dunia Hiburan

Penyanyi senior Christine Panjaitan mengaku kini mulai mengurangi aktivitasnya di dunia hiburan. Pelantun lagu-lagu hits era 1980-an itu memilih lebih selektif dalam menerima tawaran manggung dan acara televisi. Meski begitu, ia tetap bersedia tampil jika acara yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya.

"Nggak terlalu sering sih, sudah mulai dikurangi," ujar Christine Panjaitan saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026). Pernyataan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier musiknya yang telah berlangsung puluhan tahun.

Keputusan untuk mengurangi aktivitas panggung bukan tanpa alasan. Christine kini menetap di Bandung dan lebih memilih menikmati waktu bersama keluarga, terutama keenam cucunya yang tinggal di Jakarta. Ia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan para cucu dan hampir setiap Minggu mereka datang berkunjung ke rumahnya.

"Kalau waktu cucu pertama iya di-video call terus. Kalau sudah enam gini, yang ditanya paling yang kecil. Sangat dekat sih, itu tiap hari Minggu pasti mereka ke rumah," tuturnya.

Kedekatan dengan Cucu dan Rutinitas Mingguan

Bagi Christine, momen kebersamaan dengan cucu-cucu menjadi prioritas utama saat ini. Ia kerap menghabiskan waktu bersama mereka, termasuk saat anak-anaknya harus bepergian ke luar kota. Bahkan, beberapa cucunya sudah terbiasa menginap di rumah sang nenek.

Rutinitas mingguan ini menjadi bagian penting dari kehidupannya sehari-hari. Meski tetap sesekali tampil di panggung, Christine tampaknya telah menemukan keseimbangan baru antara karier musik dan kehidupan pribadi. Ia menikmati perannya sebagai nenek dan merasa bahagia bisa menyaksikan tumbuh kembang cucu-cucunya.

Di tengah kesibukan menikmati waktu bersama keluarga, Christine juga memiliki rencana berlibur ke Eropa. Ia berencana mengunjungi Belanda dan London selama 11 hari untuk jalan-jalan sekaligus bertemu teman-temannya. "Iya, menikmati hidup. Kalau lagi pengin nyanyi ya nyanyi," ujarnya dengan santai.

Perjalanan Karier Musik Christine Panjaitan

Nama Christine Panjaitan melambung berkat lagu "Katakan Sejujurnya" karya Rinto Harahap. Lagu tersebut menjadi salah satu hits besarnya dan melekatkan namanya di industri musik Indonesia. Sejak menikah dengan seorang dokter kandungan bernama Maringan Tobing pada tahun 1986, Christine mulai mengurangi kegiatan menyanyinya.

Meski demikian, ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia musik. Pada tahun 1998, ia merilis album rekaman berjudul "Aku Sayang Padamu". Sebelumnya, ia juga pernah terlibat dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1981 dengan membawakan lagu "Petaka" karya Iwan Hanjuang. Perjalanan kariernya di dunia musik telah melewati berbagai era, dari era keemasan pop Indonesia hingga saat ini.

Sebagai alumnus Fakultas Sastra Tionghoa Universitas Indonesia tahun 1986, Christine juga sempat mengajar di Universitas Padjadjaran Bandung selama dua tahun. Latar belakang akademisnya ini menunjukkan bahwa ia memiliki minat yang luas di luar dunia hiburan. Kini, ia lebih memilih menetap di Bandung dan menjalani kehidupan yang lebih tenang bersama keluarga.

Pandangan tentang Musik dan Generasi Muda

Meski tak lagi terlalu aktif bermusik, Christine mengaku masih bersedia menyanyikan lagu-lagu lamanya. Namun, ia belum tertarik membuat lagu baru karena merasa sudah melewati masanya. "Kalau recycle saja lagu lama saya, itu boleh. Tapi kalau bikin lagu baru lagi, enggak," ungkapnya.

Christine juga tak menutup kemungkinan berkolaborasi dengan penyanyi generasi sekarang. Menurutnya, banyak penyanyi muda yang memiliki kualitas vokal bagus. Ia terbuka dengan ide kolaborasi asalkan sesuai dengan gaya dan seleranya. Hal ini menunjukkan bahwa meski mengurangi aktivitas, ia tetap mengikuti perkembangan musik Tanah Air.

Menanggapi perkembangan musik saat ini, Christine menilai lagu-lagu zaman sekarang lebih mudah dicerna, tetapi liriknya cenderung terlalu lugas dibandingkan lagu-lagu era dahulu. "Lagu-lagunya sekarang gampang dicerna, cuma agak terlalu lugas. Kalau zaman dulu kan semuanya pakai pantun, puisi," pungkasnya. Pandangan ini mencerminkan pergeseran gaya penulisan lirik dari masa ke masa, di mana era 1980-an dikenal kaya akan metafora dan permainan kata.

Menikmati Hidup dengan Nyanyi Sesekali

Christine Panjaitan kini tampak menikmati fase kehidupannya yang lebih santai. Baginya, bernyanyi tetap menjadi bagian dari hidupnya, namun tidak lagi menjadi prioritas utama. "Kalau lagi pengin nyanyi ya nyanyi," ujarnya, menggambarkan kebebasan memilih yang kini ia rasakan.

Keputusan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan cucu-cucunya adalah pilihan sadar. Dengan enam cucu yang tinggal di Jakarta dan rutinitas mingguan yang menyenangkan, Christine telah menemukan kebahagiaan di luar gemerlap panggung. Rencana liburan ke Eropa selama 11 hari bersama teman-temannya juga menunjukkan bahwa ia ingin menikmati hidup dengan cara yang lebih personal.

Meski begitu, penggemar setianya masih bisa berharap melihat Christine tampil sesekali. Ia tidak menutup pintu untuk manggung, asalkan acara yang ditawarkan sesuai. Dengan pengalaman puluhan tahun di industri musik, kehadirannya di panggung selalu dinantikan, terutama untuk membawakan lagu-lagu klasik yang telah menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia.

Christine Panjaitan adalah contoh artis yang mampu menyeimbangkan karier dan kehidupan pribadi dengan bijak. Keputusannya untuk mengurangi aktivitas hiburan bukan berarti berhenti berkarya, melainkan memilih cara yang lebih selektif dan bermakna. Baginya, keluarga dan kebahagiaan adalah prioritas utama, sementara musik tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitasnya.

Tags: Christine Panjaitan, musik Indonesia, penyanyi senior, keluarga, artis update, ID MUSIC