SingArena —

Britney Spears Akhiri Tunjangan 17 Tahun, Curhat soal Jamie Lynn dan Kevin Federline

By SingArena Editorial · · Artist Update

Setelah 17 tahun menanggung tunjangan untuk Kevin Federline dan anak-anaknya, Britney Spears mengungkap rasa lega dan keinginan mencari 'keluarga baru'. Ia menuding Jamie Lynn dan Kevin memperlakukannya seperti budak.

Britney Spears dan Babak Baru Keuangannya

Britney Spears kembali menjadi sorotan, bukan karena musik baru, melainkan karena keputusannya mengakhiri tunjangan yang selama 17 tahun ia bayarkan kepada mantan suaminya, Kevin Federline, sekaligus kepada kedua putra mereka. Kabar ini pertama kali mencuat melalui laporan Wolipop, yang mengutip unggahan Instagram terbaru pelantun "Stronger" tersebut. Dalam unggahan itu, Spears mengaku merasa lebih bebas dan lega setelah kewajiban finansial tersebut berakhir.

Bagi publik yang mengikuti perjalanan karier Spears sejak era ...Baby One More Time (1999), momen ini terasa seperti penutup dari babak panjang yang penuh liku. Sejak perceraiannya dengan Federline pada 2007, kehidupan pribadi Spears memang tak pernah lepas dari sorotan, termasuk masa konservatori 13 tahun yang berakhir pada November 2021. Kini, dengan berakhirnya tunjangan, ia seolah menegaskan bahwa dirinya ingin mengambil kendali penuh atas hidupnya.

Curhat soal Jamie Lynn dan Kevin Federline

Dalam unggahan yang sama, Spears melontarkan tuduhan mengejutkan terhadap adiknya, Jamie Lynn Spears, dan mantan suaminya. Ia mengaku merasa diperlakukan seperti budak setiap kali berkunjung ke rumah keluarga, terutama saat menjemput anak-anaknya. Untuk mengekspresikan kekesalannya, Spears mengunggah foto Dakota Fanning muda yang mengacungkan jari tengah dalam film Uptown Girls (2003).

"Jamie Lynn tidak pernah mengizinkanku menggendong Ivy sekali pun ketika aku berkunjung ke Louisiana selama perjalanan dua minggu di masa Covid, dan Kevin tidak mengizinkanku menggunakan kamar mandi ketika aku menjemput anak-anakku di rumah mereka!!!" tulis Spears, seperti dikutip Wolipop. "Mereka membuatku merasa seperti budak dan melakukan semua hal rahasia di belakangku padahal yang aku lakukan hanyalah bekerja untuk ayahku. Aku akan menemukan keluarga baru!!!"

Ungkapan "bekerja untuk ayahku" merujuk pada masa konservatori yang dijalankan oleh ayahnya, Jamie Spears, selama 13 tahun. Periode tersebut memang membatasi kebebasan Spears dalam berbagai aspek, termasuk karier dan keuangannya. Tuduhan bahwa Jamie Lynn tidak mengizinkannya menggendong keponakannya, Ivey, menambah daftar ketegangan dalam hubungan keluarga yang sudah lama menjadi bahan pemberitaan.

Perjalanan Karier yang Tetap Berjalan

Meski badai kehidupan pribadi tak pernah surut, karier musik Britney Spears tetaplah salah satu yang paling berpengaruh dalam sejarah pop. Sejak debutnya pada 1999, ia telah merilis sembilan album studio, dari ...Baby One More Time hingga Glory (2016). Album-album seperti Britney (2001), In the Zone (2003), dan Blackout (2007) tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga dianggap sebagai karya yang membentuk arah musik pop modern.

Spears juga dikenal lewat sederet single ikonik seperti "...Baby One More Time", "Oops!... I Did It Again", "Toxic", "Womanizer", dan "Hold It Against Me". Lima singelnya berhasil mencapai posisi nomor satu di Billboard Hot 100 Amerika Serikat, dan ia telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Grammy Award dan MTV Video Music Awards. Di dunia musik Indonesia, pengaruh Spears terasa pada gaya pop remaja yang kemudian diadopsi banyak artis lokal pada awal 2000-an.

Namun, sejak album Glory pada 2016, Spears belum merilis album studio baru. Ia sempat mengadakan konser residensi Britney: Piece of Me di Las Vegas selama empat tahun, yang menjadi salah satu residensi paling sukses pada masanya. Belakangan, pada Februari 2024, terungkap bahwa Spears menjual hak atas seluruh katalog musiknya kepada Primary Wave dengan harga yang tidak diungkapkan. Langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan warisan musiknya.

Masalah Hukum dan Kesehatan yang Mewarnai 2024

Selain urusan tunjangan, Spears juga menghadapi masalah hukum pada tahun ini. Ia didakwa dengan pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk (DUI) dan diperintahkan menjalani masa percobaan singkat selama 12 bulan. Sebagai bagian dari hukuman, ia harus mengikuti kelas DUI selama tiga bulan, menghadiri pertemuan mingguan dengan psikolognya, serta menjalani kunjungan dua kali sebulan dengan psikiaternya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan hidup di bawah sorotan publik tidak pernah sepenuhnya hilang, bahkan setelah bebas dari konservatori.

Meski demikian, penggemar di Indonesia dan seluruh dunia tentu berharap yang terbaik untuk Spears. Banyak yang menantikan apakah ia akan kembali ke studio rekaman dan merilis musik baru, mengingat katalognya yang kaya dan basis penggemar yang setia. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai proyek musik mendatang.

Arti Penting "Keluarga Baru" bagi Britney

Ungkapan Spears tentang keinginan mencari "keluarga baru" bisa dimaknai sebagai upaya mencari dukungan emosional di luar lingkaran keluarga yang selama ini dianggapnya tidak mendukung. Dalam konteks industri hiburan, pernyataan seperti ini bukan hal baru—banyak artis yang memilih menjauh dari keluarga demi kesehatan mental mereka. Bagi Spears, yang telah melalui berbagai tekanan sejak usia muda, keinginan untuk dikelilingi orang-orang yang tulus tampaknya menjadi prioritas.

Pesan ini juga menggema di kalangan penggemar yang selama ini mendukung gerakan #FreeBritney. Mereka melihat unggahan tersebut作为 tanda bahwa Spears semakin vokal menyuarakan ketidakadilan yang ia alami. Meski tidak ada detail lebih lanjut tentang siapa yang dimaksud "keluarga baru", pernyataan itu cukup untuk memicu diskusi tentang pentingnya dukungan sosial bagi kesehatan mental selebritas.

Yang Bisa Diharapkan dari Britney Spears

Sulit untuk memprediksi langkah Spears selanjutnya. Namun, jika melihat sejarahnya, ia selalu berhasil bangkit dari keterpurukan. Album Blackout (2007), misalnya, dirilis saat masalah pribadinya memuncak, tetapi justru diakui sebagai salah satu karya terbaiknya. Kemudian, Circus (2008) dan Femme Fatale (2011) mengembalikannya ke puncak tangga lagu. Semangat itulah yang membuat penggemar tetap setia menantikan kembalinya Spears ke dunia musik, kapan pun ia siap.

Sementara itu, berakhirnya tunjangan kepada Kevin Federline dan anak-anaknya bisa menjadi awal kebebasan finansial yang lebih besar. Dengan katalog musik yang telah dijual dan kebebasan dari kewajiban lama, Spears memiliki ruang untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Apakah ia akan fokus pada penyembuhan pribadi, kembali ke panggung, atau mengejar proyek lain, hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, Britney Spears tetap menjadi salah satu ikon pop paling berpengaruh, dan setiap langkahnya akan terus diperhatikan.

Tags: Britney Spears, Kevin Federline, Jamie Lynn Spears, Konservatori, Musik Pop, ID MUSIC