Anggun C. Sasmi dan Vanness Wu Curi Perhatian di Dua Stadion Berbeda, Ternyata Ini Kesamaan Tak Terduga Mereka
By SingArena Editorial · · Music News
Anggun C. Sasmi dan Vanness Wu sama-sama menjadi sorotan lewat penampilan panggung mereka di dua stadion berbeda. Ternyata, ada satu benang merah yang menyatukan keduanya: perhiasan karya desainer Indonesia Wanda Ponika.
Dua bintang dari dua negara, Anggun C. Sasmi dan Vanness Wu, menjadi perbincangan hangat sepanjang pekan lalu. Keduanya tampil di dua stadion megah di dua negara yang berbeda, dan sama-sama berhasil memukau ribuan pasang mata yang menyaksikan. Namun, di balik gemerlap panggung mereka, tersimpan satu kesamaan yang mungkin tidak banyak disadari: baik Anggun maupun Vanness tampil dengan perhiasan karya desainer Indonesia, Wanda Ponika.
Dua Panggung, Dua Negara, Satu Desainer
Vanness Wu, aktor sekaligus penyanyi yang dikenal lewat drama Meteor Garden, tampil dalam konser F*FOREVER 2.0 di Beijing National Stadium (Bird's Nest) pada 6-7 Oktober. Sementara itu, Anggun C. Sasmi memukau penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dalam gelaran final FIFA ASEAN Cup 2026. Meski berbeda benua dan berbeda acara, penampilan keduanya sama-sama disempurnakan oleh aksesori dari Wanda House of Jewels.
Untuk Vanness, Wanda memilihkan koleksi Eterna Necklace dan Jovanna Necklace. Penampilan di Beijing bukan kali pertama Vanness mengenakan karya Wanda House of Jewels; sebelumnya, saat tampil di Hangzhou, ia juga mengenakan koleksi dari butik perhiasan yang sama. Menurut Wanda, Vanness bahkan terlibat aktif dalam memilih setiap piece yang ingin ia kenakan. "Buat look ini, dia memilih sendiri setiap piece jewelry yang mau dipakai. Dia sudah punya ide stacking-nya bagaimana, aksesori yang ini dipakai di jari yang mana, kalungnya akan di-layering seperti apa," ujar Wanda dalam unggahan media sosialnya, seperti dikutip dari detikHOT.
Sentuhan Merah-Putih di Panggung Anggun
Bagi Anggun, momen di GBK terasa lebih personal. Wanda memilihkan cincin dan bros vintage rancangannya dari belasan tahun lalu, dengan warna yang selaras dengan identitas Merah-Putih. Perhiasan tersebut memadukan batu ruby pigeon blood dan berlian murni D color. "Awalnya saya memang memilih cincin ini karena warna merah putihnya. Tapi ketika Anggun menyanyikan Tanah Air di tengah euforia kemenangan Timnas, rasanya semuanya bertemu di satu momen yang sangat Indonesia," tutur Wanda Ponika dalam keterangan resminya.
Pemilihan aksesori yang mencolok di atas gaun merah yang dikenakan Anggun semakin mempertegas karakter panggungnya. Di tengah euforia kemenangan Timnas, penampilan Anggun tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang dikemas dengan estetika tinggi.
Perjalanan Panjang Anggun di Dunia Musik
Penampilan Anggun di GBK bukanlah hal yang mengherankan. Penyanyi yang kini menetap di Prancis ini telah menorehkan sejarah panjang di industri musik, baik di dalam maupun luar negeri. Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol pada usia tujuh tahun, lalu merekam album anak-anak dua tahun kemudian. Di bawah bimbingan musisi Ian Antono, Anggun merekam album studio pertamanya di Indonesia berjudul Dunia Aku Punya pada tahun 1986. Namanya melambung sebagai penyanyi rock setelah merilis singel "Mimpi" pada tahun 1989, dan ia meraih sukses besar sepanjang paruh awal dekade 1990-an melalui sederet hits seperti "Tua Tua Keladi", "Laba Laba", "Takut", dan "Kembalilah Kasih".
Pada tahun 1994, Anggun meninggalkan Indonesia untuk mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan produser asal Prancis, Erick Benzi, ia merekam album internasional pertamanya, Snow on the Sahara (1997), yang dirilis di 33 negara. Sejak saat itu, ia telah menghasilkan tujuh album studio dan satu album soundtrack untuk film Denmark berjudul Open Hearts (2002). Anggun juga tercatat berkolaborasi dengan sejumlah artis mancanegara, termasuk Julio Iglesias, Peter Gabriel, Pras Michel (The Fugees), Il Divo, David Foster, dan Melanie C (Spice Girls).
Duta Musik Indonesia di Kancah Global
Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus industri musik internasional. Album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Beberapa penghargaan bergengsi telah ia raih, termasuk "Chevalier des Arts et Lettres" dari pemerintah Prancis dan "World's Best Selling Indonesian Artist" dari World Music Awards. Ia juga menjadi wanita pertama asal Indonesia yang diabadikan dalam patung lilin oleh Museum Madame Tussauds di Bangkok, Thailand, serta dua kali didaulat sebagai duta global PBB untuk program Mikrokredit (2005) dan FAO (2009).
Di Tanah Air, Anggun juga dikenal sebagai juri dalam ajang pencarian bakat X Factor Indonesia (2013) dan Asia's Got Talent (2015). Kehadirannya selalu membawa warna tersendiri, tidak hanya lewat suara, tetapi juga lewat gaya dan pesan yang ia sampaikan.
Mengapa Kesamaan Ini Menarik?
Kesamaan antara Anggun dan Vanness Wu dalam menggunakan karya Wanda House of Jewels menunjukkan satu hal: desainer Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Perhiasan bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari narasi penampilan yang memperkuat karakter artis. Bagi Vanness, layer kalung dan tumpukan cincin memberi kesan glamor dan modern. Bagi Anggun, sentuhan vintage dengan warna Merah-Putih justru menyatu dengan momen kebangsaan yang sedang berlangsung.
Dalam industri musik yang semakin visual, kolaborasi lintas disiplin seperti ini menjadi nilai tambah. Penampilan panggung tidak hanya soal suara, tetapi juga soal bagaimana seorang artis membangun identitas dan menyampaikan pesan. Di sinilah peran desainer lokal seperti Wanda Ponika menjadi penting, karena mereka turut membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Dengan pencapaian Anggun yang telah lama mendunia dan Vanness yang tetap eksis di industri hiburan Asia, kolaborasi tak langsung lewat karya Wanda ini menjadi bukti bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk berkarya. Sebaliknya, ia menjadi jembatan yang menghubungkan dua dunia musik yang berbeda dalam satu benang merah estetika Indonesia.
Tags: Anggun C. Sasmi, Vanness Wu, Wanda Ponika, Musik Indonesia, FIFA ASEAN Cup 2026, ID MUSIC